Total Pengunjung

Jumat, 07 Juni 2013

Kherlani Sudah Punya Master Plan

 
PESISIR BARAT - Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Pesisir Barat (KPB), Kherlani, S.E., M.M., berkeinginan menjadikan KPB sebagai kabupaten internasional yang dinilai dari segi pembangunannya, sebab pihaknya telah memiliki Master Plan, yang telah dirancang dan akan segera diajukan ke pusat.
Demikian disampaikan Kherlani, dalam sambutannya di acara silatuhrahmi dirinya dengan Pers KPB, di hotel Monalisa, Pekon Walur Kecamatan Krui Selatan, Kamis (23/5) lalu.
Pihaknya menyampaikan bahwa dalam kepemimpinannya maksimal satu tahun, dan dalam waktu yang dinilai cukup singkat untuk melakukan pengembangan di daerah otonomi baru tersebut, sudah mempunyai berbagai program yang dicanangkan.
"Masa jabatan maksimal satu tahun, saya berkeinginan untuk membuat arah program ke depan, sehingga pada saat masa tugas saya habis pemerintah selanjutnya bisa melanjutkan program yang sudah kita bangun ini,” ungkapnya.
Master plan yang dirancang Kherlani, yaitu seperti akan menjadikan KPB sebagai kota internasional, dan program tersebut akan disusun serta tidak main-main, dan kendati realiasinya  bukan pada saat kepemimpinannya namun paling tidak rancangan tersebut sudah terencana.
Salah satu master plan yang dimaksud yaitu akan dibangunnya pembangunan jalan alternatif yang membutuhkan tanah selebar 60 Meter. Dengan lebar 60 Meter tersebut, akan dibagi menjadi dua jalur jalan, dengan masing-masing luas jalur atau median jalan 10 Meter, dan ditengah-tengah kedua jalur tersebut yaitui seluas 40 Meter akan ditanami minimal dua pohon yaitu salah satunya pohon yang sudah menjadi ciri khas KPB yaitu pohon damar dan kemungkinan pohon selanjutnya yaitu pohon cempaka.
"Pohon damar adalah pohon yang kita tidak bisa pungkiri, adalah salah satu mengapa KPB yang terkenal dengan sebutan Krui itu bisa dikenal hingga mancanegara, dan untuk cempaka, banyak yang belum mengetahui bahwa cempaka memiliki kwalitas kayu yang cukup baik, selain itu daun dari pohon ini bisa diolah menjadi minyak wangi," jelas Kherlani.
Masih kata Kherlani, dua jenis pohon tersebut akan menghasilkan serta akan membuat keindahan tersendiri, dan benar-benar menjadikan KPB sebagai kota internasional, yang terlihat unik dibandingkan kota-kota lainnya. " KPB akan memiliki keunikan dan kealamian dimana wisatawan asing akan berlama-lama dan betah tinggal di KPB,” sanjungnya lagi.
Sementara, untuk saat ini Pemkab yang dipimpin Kherlani tersebut, tengah mempersiapkan dan mencari lokasi perkantoran yang dinilai strategis dinilai dari semua sisi, baik penempatan, keindahan, serta beberapa pertimbangan hingga saat ini belum ditentukan dan masih membutuhkan banyak proses dimana akan dibangunnya pusat pemerintahan.
"Dari awal rencana pemekaran KPB dari Lambar, oleh panitia sudah dijelaskan dan ditentukan untuk pusat KPB adanya di Krui, Krui yang dimaksud adalah Kecamatan Pesisir Tengah, namun dalam hal ini pusat pemerintahan atau lokasi penempatan tidak seharusnya di Krui, bisa saja di wilayah dan kecamatan lain, namun ibu kota KPB tetap berada di Krui atau Kecamatan Pesisir Tengah," papar bapak tiga anak tersebut.
Sedangkan, kata Kherlani, tanah atau lokasi yang telah disiapkan panitia pemekaran KPB, yaitu berada di Pekon Waynapal Kecamatan Krui Selatan. Direncanakannya akan dipergunakan untuk pembangunan alun-alun dan beberapa pembangunan yang diharapakan oleh Gubernur Lampung beberapa waktu lalu.
"Lokasi yang disiapkan panitia akan dibangun alun-alun, dimana nantinya akan di buat mesjid agung serta sekolah unggulan yang semuanya akan dipusatkan di lokasi milik panitia KPB itu. Namun itu semua masih akan kita kaji ulang kembali," pungkasnya.

Tidak ada komentar: